Showing posts with label Remaja. Show all posts
Showing posts with label Remaja. Show all posts

Tuesday, May 11, 2010

Tantangan Untuk Kita


Dakwah? Hmm.. kok kayaknya berat banget kedengarannya ya? Lho, emangnya kenapa? Sebagian teman remaja biasanya denger atau ngucapin kata dakwah terasa sangat berat. Telinga pekak en lidah kelu dan yang terbayang di benaknya pasti urusannya dengan jenggot, kopiah, baju koko, sarung, dan jilbab. Well. Nggak salah-salah amat sih. Cuma nggak lengkap penilaiannya.
             Lagian juga terkesan adanya pemisahan antara dakwah dan kehidupan umum, gitu lho. Kesannya kalo dakwah adalah bagiannya mereka yang ada di kalangan pesantren atau anak-anak ngaji aja. Anak-anak nongkrong sih nggak tepat kalo berurusan dengan dakwah. Dakwah kesannya jadi tugas mereka yang hobinya dengerin lagu-lagu nasyid macam Demi Masa-nya Raihan. Bukan tugas anak-anak yang hobinya dengerin lagu-lagu pop macam Terima Kasih Cinta-nya Afgan. Halah, itu salah banget, Bro. Nggak gitu deh seharusnya. Sumpah.

             Gini nih, sebenarnya urusan dakwah atau tugas dakwah jadi tanggung jawab bersama seluruh kaum muslimin. Cuma, karena tugas dakwah ini cukup berat dan nggak semua orang bisa tahan menunaikannya, jadinya dakwah secara tidak langsung diserahkan kepada mereka yang ngerti aja. Anggapan seperti ini insya Allah nggak salah. Cuma, kalo dengan alasan seperti ini lalu kaum muslimin yang belum ngerti atau masih awam tentang Islam jadi bebas untuk nggak berdakwah, atau nggak mau terjun dalam dakwah, itu tentu salah, Bro. Why?       
              
                Karena tetap aja punya kewajiban untuk belajar. Tetap punya kewajiban mencari ilmu. Jadi, nggak bisa bebas juga kan? Malah kalo nekat nggak mau belajar dan nggak mencari ilmu, hal itu dinilai berdosa, man! Bener.
                 
               Baginda kita, Rasulullah Muhammad saw. bahkan menyatakan bahwa aktivitas belajar dan mencari ilmu adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin dari buaian ibu hingga ke liang lahat. Kalo mencari ilmu itu adalah wajib, berarti bagi yang nggak mencari ilmu selama hidupnya, jelas berdosa dong. Allah Swt. bahkan menjamin orang-orang yang beriman dan berilmu akan diberikan derajat lebih tinggi dibanding orang yang nggak berilmu (apalagi nggak beriman). Firman Allah Swt.:
“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Mujâdalah [58]: 11)

               Bro, emang bener banget. Urusan dakwah ini sangat erat hubungannya dengan tingkat keilmuan. Dakwah itu jelas membutuhkan ilmu. Jadi, betul kalo dikatakan bahwa tugas berdakwah hanya diberikan kepada mereka yang udah menguasai ilmu agama. Tapi, buat kita yang belum menguasai ilmu agama secara mantap bukan berarti nggak ada kewajiban dakwah. Sebab, rasa-rasanya untuk ukuran sekarang nih, nggak mungkin banget ada kaum muslimin yang nggak ngerti sama sekali tentang Islam. Pasti deh, satu keterangan atau dua keterangan dalam ajaran agama Islam sudah pernah didengarnya dan menjadi pengetahuannya. So, sebenarnya tetap punya kewajiban nyampein dakwah meskipun cuma sedikit yang diketahui. Kalo pengen lebih banyak tahu tentang Islam, ya tentu saja kudu belajar lagi dan mencari ilmu lagi. Sederhana banget kan solusinya? Insya Allah kamu pasti bisa ngejalaninya, asal kamu mau. Yakin deh.

Mengapa dakwah itu wajib?
Jawabnya gini, sebab Islam adalah agama dakwah. Salah satu inti dari ajaran Islam memang perintah kepada umatnya untuk berdakwah, yakni mengajak manusia kepada jalan Allah (tauhid) dengan hikmah (hujjah atau argumen). Kepedulian terhadap dakwah jugalah yang menjadi trademark seorang mukmin. Artinya, orang mukmin yang cuek-bebek sama dakwah berarti bukan mukmin sejati. Bener, lho. Apa iya kamu tega kalo ada teman kamu yang berbuat maksiat kamu diemin aja? Nggak mungkin banget kan kalo ada temen yang sedang berada di bibir jurang dan hampir jatuh, nggak kamu tolongin. Iya nggak sih?
Boys and gals, bahkan Allah memuji aktivitas dakwah ini sebagai aktivitas yang mulia, lho. FirmanNya:
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim” (QS Fushshilat [41]: 33)
         
            Dalam ayat lain Allah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk berdakwah. Seperti dalam firmanNya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS an-Nahl [16]: 125)

             Menyeru kepada yang ma’ruf (kebaikan) dan mencegah dari perbuatan munkar merupakan identitas seorang muslim. Itu sebabnya, Islam begitu dinamis. Buktinya, mampu mencapai hingga sepertiga dunia. Itu artinya, hampir seluruh penghuni daratan di dunia ini pernah hidup bersama Islam. Kamu tahu, ketika kita belajar ilmu bumi, disebutkan bahwa dunia ini terdiri dari sepertiga daratan dan dua pertiga lautan. Wah, hebat juga ya para pendahulu kita? Betul, sebab mereka memiliki semangat yang tinggi untuk menegakkan kalimat “tauhid” di bumi ini. Sesuai dengan seruan Allah (yang artinya): “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.” (QS al-Baqarah [2]: 193)

           Kini, di jaman yang udah jauh berubah ketimbang di “jaman onta”, arus informasi makin sulit dikontrol. Internet misalnya, telah mampu memberikan nuansa budaya baru. Kecepatan informasi yang disampaikannya ibarat pisau bermata dua. Bisa menguntungkan sekaligus merugikan. Celakanya, ternyata kita kudu ngurut dada lama-lama, bahwa kenyataan yang harus kita hadapi dan rasakan adalah lunturnya nilai-nilai ajaran Islam di kalangan kaum muslimin.  
             
             Tentu ini akibat informasi rusak yang telah meracuni pikiran dan perasaan kita. Utamanya remaja muslim. Kita bisa saksikan dengan mata kepala sendiri, bahwa banyak teman remaja yang tergoda dengan beragam rayuan maut peradaban Barat seperti seks bebas, narkoba, dan beragam kriminalitas. Walhasil, amburadul deh!
Itu sebabnya, sekarang pun dakwah menjadi sarana sekaligus senjata untuk membendung arus budaya rusak yang akan menggerus kepribadian Islam kita. Kita lawan propaganda mereka dengan proganda kembali. Perang pemikiran dan perang kebudayaan ini hanya bisa dilawan dengan pemikiran dan budaya Islam. Yup, kita memang selalu “ditakdirkan” untuk melawan kebatilan dan kejahatan.

               Sobat muda muslim, Islam membutuhkan tenaga, harta, dan bahkan nyawa kita untuk menegakkan agama Allah ini. Dengan aktivitas dakwah yang kita lakukan, maka kerusakan yang tengah berlangsung ini masih mungkin untuk dihentikan, bahkan kita mampu untuk membangun kembali kemuliaan ajaran Islam dan mengokohkannya. Tentu, semua ini bergantung kepada partisipasi kita dalam dakwah ini.
Coba, apa kamu nggak risih dengan maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja? Apa kamu nggak merasa was-was dengan tingkat kriminalitas pelajar yang makin tinggi? Apa kamu nggak kesel ngeliat tingkah remaja yang hidupnya nggak dilandasi dengan ajaran Islam? Seharusnya masalah-masalah model beginilah yang menjadi perhatian kita siang dan malam. 
                 
               Beban yang seharusnya bisa mengambil jatah porsi makan kita, beban yang seharusnya menggerogoti waktu istirahat kita, dan beban yang senantiasa membuat pikiran dan perasaan kita nggak tenang kalo belum berbuat untuk menyadarkan kaum muslimin yang lalai.
               
                   Untuk ke arah sana, tentu membutuhkan kerjasama yang solid di antara kita. Sebab, kita menyadari bahwa kita bukanlah manusia super yang bisa melakukan aksi menumpas kejahatan hanya dengan seorang diri. Kalo kita ingin cepat membereskan berbagai persoalan tentu butuh kerjasama yang apik, solid dan fokus pada masalah. Pemikiran dan perasaan di antara kita kudu disatukan dengan ikatan akidah Islam yang lurus dan benar. Kita harus satu persepsi, bahwa Islam harus tegak di muka bumi ini. Kita harus memiliki cita-cita, bahwa Islam harus menjadi nomor satu di dunia untuk mengalahkan segala bentuk kekufuran. Itulah di antaranya kenapa kita wajib berdakwah, Bro. Semoga kamu paham.

Dakwah itu tanda cinta
        Bro en Sis, seharusnya kita menyambut baik orang-orang yang mau meluangkan waktu dan mengorbankan tenaganya untuk dakwah menyampaikan kebenaran Islam. Sebab, melalui merekalah kita jadi banyak tahu tentang Islam. Kita secara tidak langsung diselamatkan oleh seruan mereka yang awalnya kita rasakan sebagai bentuk ‘kecerewetan’ mereka yang berani ngatur-ngatur urusan orang lain. Padahal, justru itu tanda cinta dari sesama kaum muslimin yang nggak ingin melihat saudaranya menderita gara-gara nggak kenal Islam dan nggak taat sama syariatnya.
          
             Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan keadaan suatu kaum atau masyarakat yang menjaga batasan hukum-hukum Allah (mencegah kemungkaran) adalah ibarat satu rombongan yang naik sebuah kapal. Lalu mereka membagi tempat duduknya masing-masing, ada yang di bagian atas dan sebagian di bagian bawah. Dan bila ada orang yang di bagian bawah akan mengambil air, maka ia harus melewati orang yang duduk di bagian atasnya. Sehingga orang yang di bawah tadi berkata: “Seandainya aku melubangi tempat duduk milikku sendiri (untuk mendapatkan air), tentu aku tidak mengganggu orang lain di atas.” Bila mereka (para penumpang lain) membiarkannya, tentu mereka semua akan binasa.” (HR Bukhari)

           Sobat, dakwah adalah darah dan napas kehidupan Islam. Itu sebabnya, kita yang masih remaja pun dituntut untuk mampu tampil sebagai pengemban dakwah yang handal. Kita khawatir banget, seandainya di dunia ini nggak ada orang-orang yang menyerukan dakwah Islam, bagaimana masa depan kehidupan umat manusia nanti? Jangan sampe Islam dan umat ini hanya tinggal “kenangan”. Yuk, kita kaji Islam biar mantap dan semangat mendakwahkannya.

Thursday, May 6, 2010

S T M J, sebuah gaya hidup remaja Islam modern kah?

Pembaca  : S T M J? Apa sih itu? Susu Telor Madu Jahe ya?
Admin       : Owh, bukan, bukan! S T M J itu adalah Sholat Terus, Maksiat Jalan….
Pembaca   : Lho kok??? Maksudnya???
Admin       : Silahkan baca deh…
Definisi
Saya akan mendefinisikannya per 2 kata terlebih dahulu.
  1. Sholat Terus, maksudnya adalah si pelaku S T M J ini melakukan sholat terus secara teratur dan dikerjakan 5 waktu, dengan kata lain si pelaku S T M J ini rajin sholat
  2. Maksiat Jalan, maksudnya adalah si pelaku S T M J ini melakukan perbuatan maksiat secara teratur dan terus berjalan
Sekarang saya akan mendefinisikannya secara utuh tapi singkat
Sholat Terus, Maksiat Jalan, maksudnya adalah si pelaku S T M J ini rajin sholat, tetapi tetap menjalankan perbuatan maksiat secara kontinyu.

Fakta di lapangan

Yah fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak remaja Islam di masa modern ini telah menjadi pelaku S T M J.
Secara jujur saya juga mengakui bahwa dulu saya adalah pelaku S T M J juga, tapi Alhamdulillah sekarang saya sudah meninggalkannya dan bertaubat. :)
Saya tidak akan mengambil contoh jauh-jauh, saya mengambil contoh teman-teman sekolah saya.
Ya saya banyak melihat pelaku S T M J ini yang berkeliaran di sekolah saya.
Sebut saja si A dan si B, mereka adalah sepasang kekasih. Saya pernah melihat mereka berada dalam bilik warnet berduaan. Kemudian di lain hari di sekolah saat sholat duhur di Masjid sekolah, saya melihat si A sholat dengan khusyuknya dan setelah dia selesai sholat dia lalu berdoa dengan khusyuknya juga. Begitu juga dengan si B, setahu saya dia dari keluarga baik-baik dan sholatnya pun rajin. Nah di lain hari lagi, saya melihat mereka berduaan di bilik warnet lagi dan tiap hari mereka mojok berduaan di sekolah! Masya Allah!
Dan masih ada banyak contoh lainnya, si C, si D, si E, dst. Mereka itu anak-anak yang rajin sholat tapi saya sering melihat mereka mojok dengan mesranya, sambil pegangan tangan, rangkulan. Bahkan menurut cerita dari sumbernya langsung, beberapa dari mereka kalau di tempat sepi berciuman dan saling raba! Dan mereka itu tetap rajin dalam mengerjakan solat.
Kasus lain, yaitu banyak diantara teman-teman saya yang rajin solat, bahkan rajin ke Masjid tapi rajin nonton bokep juga!
Lalu kasus terakhir, ada teman saya yang rajin sholat juga, rumahnya di belakang Masjid jadi otomatis dia rajin ke Masjid, tapi hobinya nyolong!
Kenapa bisa terjadi?
Yah, kenapa ini bisa terjadi? Padahal kan dalam Al Quran surat Al ‘Ankabuut ayat 45 Allah berfirman:
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Saya pernah menanyakan hal ini pada seorang kyai saat pengajian di sekolah, dan jawaban beliau adalah: “orang yang mengerjakan sholat tetapi sholatnya belum dapat mencegahnya dari perbuatan maksiat berarti sholatnya itu belum benar dan hendaklah dia memperbaiki sholatnya, karena kalau sholatnya sudah benar dan dia sudah benar-benar memahami makna sholat maka Insya Allah dia akan berhenti dari melakukan perbuatan maksiat.”
Jadi?
Perilaku S T M J yang menimpa remaja muslim ini harus segera dihentikan, yaitu dengan jalan memperbaiki kualitas sholat kita masing-masing.
Apabila perilaku S T M J ini tumbuh subur di kalangan remaja Islam, tentunya ini sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kehancuran Islam.
Sebagai penutup, semoga Allah selalu memberikan petunjuk kepada kita semua, Amin

Sumber : http://maxbreaker.wordpress.com/2008/03/16/s-t-m-j-sebuah-gaya-hidup-remaja-islam-modern-kah/

Wednesday, April 28, 2010

Gak lulus kok ngamuk....



        BTW, klo minggu-minggu ini kita sering liat TV, kita bakalan liat beritanya mesti soal “Konvoi siswa SMA mengganggu ketertiban lalu lintas” atw “Puluhan siswa SMA yang tidak lulus merusak property sekolahnya” atw lagi “Belasan siswi SMA pingsan / berteriak histeris setelah menerima surat keterangan tidak lulus”.
       Nah, klo kita ngliat tingkah laku yang kaya’ gitu, kita mesti berpikiran “Ah, kaya’ gitu thok be sampe kaya’ gitu”. Ea kan?
Sebenernya kenapa sih, kok mereka bisa melampiaskan kekecewaaan mereka sampe kaya’ gitu? Kok mereka malah engga’ introspeksi diri atas kekurangan mereka?
Yang kaya’ gitu itu gara-gara mereka gak punya iman yang kuat jadinya (klo kata anak jaman sekarang) lebayy….
            Nah, trus gimana klo kita seorang muslim apalagi di pondok pesantren? Ea udah jelas lagh… seorang santri kan kudu punya iman dan akhlaq yang kuat biar kita engga’ gampang dihasut sama yang namanya Syaithon.
              Lagian taon ini kan ada ujian ulangan, so mereka harusnya njadiin ujian yang kemaren itu bwt muhasabah biar mereka bias berhasil ngerjain ujian ulangan besok. Ea g’ !?

Tuesday, April 27, 2010

Pacaran-Islami...???


Ngomongin soal cinta emang diakui bisa mbangkitin semangat hidup. Suer, nggak bohong! Termasuk anak masjid, yang katanya sich gak kenal ama cinta. Tapi kenyataanya sama aja, anak masjid juga manusia, yang punya rasa cinta dan kasih sayang. Pasti dong, mereka juga butuh cinta dan dicintai. Soalnya, perasaan kaya’ gitu kan wajar dan alami.

Tapi bukan berarti mentang –mentang hal itu wajar dan alami trus harus diapresiasikan dengan aktifitas yang namanya pacaran. Ga’ gitchu caranya…..
Sebagai seorang manusia yang muslim, kita kudu bisa mbentengin diri kita ndiri dengan akidah dan akhlaq yang bener biar kita gak gampang terjerumus sama aktifitas pacaran itu. Karena secara langsung atw engga pacaran itu termasuk maksiat dan itu merupakan budaya orang –orang barat yang kebanyakan Yahudi, padahal kita tw klo kita ikut-ikutan sama satu kaum brarti kita termasuk dari mereka, ea kan…?
من تشبها بقومن فهو منهم
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum itu…”

Nah, kalo udah kaya’ githu… what the problem??
Problem berikutnya, ternyata islam dipake bwat embel-embel biar aktifitas maksiat itu berubah jadi halal. Wah …wah… wah…. Klo udah kaya’ gini ga’ ada cara lain kecuali kita sendiri yang memfilter budaya-budaya yang semangat banget bwt ngancurin masa depan kita, negara, dan
naudzubillah agama kita.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More